APA ITU BIDIK MISI

Pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu negara. Kemajuan teknologi suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan tinggi yang menjamin pencapaian kemajuan teknologi melalui inovasi. Namun masih banyak generasi muda yang memiliki potensi akademik dan berprestasi di seluruh Indonesia memiliki keterbatasan biaya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi. Program Bidikmisi diperlukan dalam rangka meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi serta menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Program Bidikmisi juga diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan pada keluarga dengan keterbatasan ekonomi

serta mengurangi angka pengangguran di masa depan. Melalui program Bidikmisi ini juga ingin dipastikan bahwa para lulusannya kelak akan menjadi lulusan terbaik dengan nilai IPK yang tinggi serta mempunyai kompetensi yang memadai untuk meningkatkan daya saing bangsa. Saat ini pemerintah sudah meningkatkan jumlah penerima Bidikmisi dari 90 ribu pada tahun 2018, menjadi 130 ribu mahasiswa penerima di tahun 2019. Pemerintah puas dengan kinerja akademik dari para mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi dan juga pencapaian profesional para lulusan Bidikmisi yang banyak menjadi orang sukses. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan, mulai tahun 2019 dilakukan integrasi data pada sistem Bidikmisi dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan – Kemendikbud serta Basis Data Terpadu – Kemensos agar data pendaftar Bidikmisi dapat terverifikasi secara sistemik dengan data kemiskinan yang valid. Integrasi ini juga membantu perguruan tinggi agar tidak perlu melakukan verifikasi langsung yang membutuhkan

TUJUAN BIDIK MISI

  1. Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki prestasi akademik yang baik.
  2. Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
  3. Menjamin keberlangsungan studi mahasiswa dengan tepat waktu.
  4. Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif, dan memiliki kepedulian sosial sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat

Calon Penerima Bidik Misi

  • Calon mahasiswa lulusan SMA atau bentuk lain yang sederajat yang memiliki keterbatasan ekonomi dibuktikan dengan kepemilikan KIP atau terdaftar dalam BDT Kementerian Sosial.
  • Wajib terdaftar pada sistem Bidikmisi dengan memasukkan NPSN, NISN dan NIK yang valid.
  • Mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi dan lulus pada program studi atau perguruan tinggi yang terakreditasi.
  • Tidak sedang menerima bantuan biaya pendidikan/beasiswa lain yang bersumber dari APBN/APBD.

Mahasiswa Baru Penerima Bidik Misi adalah sebagai berikut :

  1. Merupakan mahasiswa yang terdaftar dan aktif.
  2. Memiliki keterbatasan ekonomi dan memiliki prestasi akademik dan/atau non akademik sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan Institut Agama Islan Negeri Ambon.
  3. Telah dinyatakan sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi mulai semester satu.
  4. Menandatangani kontrak kinerja Bidikmisi antara mahasiswa penerima bantuan Bidikmisi dengan pengelola Bidikmisi perguruan tinggi.

PERSYARATAN BISIK MISI

  1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2019, memiliki identitas berupa NISN dan NPSN yang valid di PDSPK.
  2. Lulusan tahun 2018 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria sebagai berikut Siswa  Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP)  atau Pendapatan kotor gabungan orang Tua/Wali (suami istri) maksimal dibawah standar per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal dibawah standar setiap bulannya.
  5. Pendidikan orang Tua/Wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1),Diploma dan SMA;
  6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah;
  7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan Sabagai berikut :
  • Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
  • Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
  • Seleksi mandiri PTN.
  • Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
  • PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.

Penghentian Penerima dan Sanksi

  • Meninggal dunia.
  • Mengundurkan diri.
  • Dikeluarkan sebagai mahasiswa dari Perguruan Tinggi.
  • Melanggar ketentuan kontrak kinerja.
  • Tidak memenuhi IPK minimal yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi.